Lompat ke isi
17 Oktober 2010

Biografi Escape The Fate

Escape The Fate adalah sebuah band Post-Hardcore Amerika dari Las Vegas, Nevada dibentuk pada tahun 2004. Sejak pembentukan, mereka telah merilis satu EP dan dua full-length album studio, terakhir adalah ini This War Is Ours pada tanggal 21 Oktober 2008. studio album self-titled ketiga mereka ditetapkan untuk rilis November 2 Maret 2010.

Sejarah Band

Pembentukan dan Dying Is Your Latest Fashion (2005-2008)

Sebelum membentuk Escape the Fate, vokalis Ronnie Radke, bassis Max Green, drummer Robert Ortiz, gitaris Bryan Monte Money, dan irama gitaris Omar Espinosa berada di beberapa band bersama-sama.Pada bulan September 2005, Escape the Fate telah memenangkan kontes radio lokal dinilai oleh My Chemical Romance. pertunjukan ini diberikan kesempatan kepada mereka untuk membuka sebuah tayangan di tur band headlining dengan Alkaline Trio dan Reggie dan penuh Efek, yang kemudian menyebabkan Escape the Fate kontrak rekaman dengan Epitaph.Pada tanggal 23 Mei 2006, band ini merilis debut EP berjudul There’s No Sympathy for the Dead. EP termasuk dua lagu yang kemudian pada album penuh mereka, Dying Is Your Latest Fashion. EP ini diproduksi oleh Michael Baskette dan membantu mendapatkan perhatian band dari label rekaman dan penggemar sama. Setelah rilis EP, keyboardist Carson Allen meninggalkan band untuk bergabung On the Last Day.Pada September 26, 2006 band ini merilis album pertama mereka full-length, Dying Is Your Latest Fashion.Pada tahun 2007 selama tur Black on Black, gitaris Omar Espinosa meninggalkan band karena masalah pribadi.

Ronnie Radke diminta untuk meninggalkan band setelah ia dijatuhi hukuman penjara untuk beberapa run-in dengan hukum yang melibatkan narkotika dan baterai untuk bertarung yang menuju ke kematian Michael Cook. Dia berada di sebuah band baru bernama  Falling in Reverse. Mereka akan mulai merekam album baru mereka, dan tur setelah Ronnie keluar dari penjara. Sebagaimana dinyatakan oleh Max Green, “Pertama kami tidak bisa wisata ke luar negeri, lalu keluar dari negara.”
Read more…

16 Oktober 2010

Liverpool Resmi Dijual

Liverpool akhirnya resmi terjual, mereka telah mencapai kata sepakat dengan pebisnis asal Amerika Serikat, John W. Henry, yang juga pemilik klub baseball terkemuka Boston Red Sox. Henry mewakili NESV (New England Sports Ventures), perusahaan induk yang juga memiliki hak kepemilikan atas klub baseball Boston Red Sox yang ikut di MLB (Major League Baseball), dia akan menjadi pemilik Steven Gerrard cs setelah ini. Dewan direksi Liverpool menerima tawaran NESV sebesar 300 juta pound untuk mendapatkan klub itu dari Hicks dan Gillet.

Sebuah statemen resmi telah dilansir oleh klub yang bermarkas di Anfield tersebut, “Liverpool Football Club hari ini mengumumkan bahwa pihak direksi telah mencapai kata sepakat menjual klub kepada NESV,” ujar presiden Liverpool, Martin Broughton.

“Saya bersyukur karena kami akhirnya sukses menyelesaikan proses penjualan (Liverpool). Dewan direksi akhirnya menyetujui proposal dari NESV setelah mereka memenuhi kriteria sebagai pemilik Liverpool yang baru. Filosofi mereka sangat jelas dan itu telah mereka tunjukkan di Red Sox,” lanjutnya.

“Kami telah bertemu mereka di Boston, London dan Liverpool selama beberapa minggu dan saya sangat terkesan dengan apa yang telah mereka capai dan dengan visi mereka untuk Liverpool Football Club.

“Dengan menghapus beban utang akuisisi, penawaran ini memungkinkan kami untuk fokus pada investasi di dalam tim. Saya hanya kecewa bahwa pemilik (Gillet dan Hicks) telah mencoba segala cara untuk mencegah kesepakatan terjadi dan menyebabkan kami harus melewati proses hukum untuk menyelesaikan penjualan.” Read more…

11 November 2008

Gerard tak mau terbuai oleh kesukesan Liverpool memuncaki klasemen EPL

Keberhasilan mengalahkan Chelsea dan kini memimpin Premiership tak mau membuat Steven Gerrard jumawa. Kapten Liverpool itu pun juga meminta rekan-rekannya untuk tetap fokus dan tak terbuai dengan keadaan saat ini.

Liverpool kini oleh banyak kalangan dijadikan kandidat utama meraih gelar Premiership musim ini. Keberhasilan mengalahkan Manchester United dan Chelsea yang merupakan rival utama di liga menjadi alasan kuat penemoatan posisi Liverpool sebagai kandidat utama.

Setelah mengalahkan Chelsea, Liverpool kini bertengger sebagai pemuncak klasemen dengan nilai 23 dan berjarak tiga angka dengan Chelsea yang menghuni tempat kedua. Kenyataan ini membuat pendukung Liverpool yakin timnya akan memupus puasa gelar selama 19 tahun.

Steven Gerrard mengaku senang dengan performa dan pencapaian timnya saat ini. Namun kapten Liverpool itu mewanti-wanti rekan-rekannya untuk tidak berpuas diri, apalagi jumawa. Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.